Tilawah Satu Juz Bakda Subuh: Membiasakan Anak-anak Akrab dengan Al-Qur'an
Setiap Sabtu dan Ahad bakda Subuh, Musholla Al Karim bertilawah satu juz bersama anak-anak, dipandu Ustadz Fahrizal, M.Pd. Jamaah umum juga diundang pembiasaan ini dimulai dari anak-anak.
Isi tulisan (3 bagian)
Musholla Al Karim menggelar tilawah Al-Qur’an satu juz setiap selesai sholat Subuh, pada hari Sabtu dan Ahad, dipandu oleh Ustadz Fahrizal, M.Pd. Kegiatan ini disiapkan sebagai pembiasaan bagi anak-anak: mereka duduk bersama, membuka mushaf, dan membaca satu juz penuh sebelum hari itu dimulai. Jamaah umum juga diundang untuk ikut serta — hanya saja pembiasaan ini sengaja dimulai dari anak-anak lebih dahulu.
Tujuannya sederhana namun panjang akibatnya: supaya anak-anak tumbuh akrab dengan Al-Qur’an, dan mencintainya bukan karena diperintah, melainkan karena sudah terbiasa.
Mengapa Bakda Subuh
Waktu ini dipilih bukan tanpa alasan. Allah berfirman:
أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
Artinya: “Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS Al-Isra: 78)
Bakda Subuh adalah waktu yang tenang: pikiran anak masih jernih, rumah belum ribut, dan hari belum menuntut apa-apa. Di waktu seperti itulah bacaan paling mudah diresapkan, sebagaimana perintah Allah:
وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا
Artinya: “Dan bacalah Al-Qur`an itu dengan perlahan-lahan.” (QS Al-Muzzammil: 4)
Tartil bukan sekadar membaca lambat. Ia berarti membaca dengan tertata: tajwidnya benar, maknanya terpikirkan, dan hatinya hadir. Kebiasaan seperti ini jauh lebih mudah ditanamkan sejak kecil daripada diperbaiki setelah dewasa.
Cara Mengikuti
- Peserta: dimulai untuk anak-anak — tidak ada batas usia khusus, dan tidak menuntut bacaan yang sudah lancar. Jamaah umum juga dipersilakan hadir.
- Waktu: setiap Sabtu dan Ahad, setelah selesai sholat Subuh berjamaah.
- Porsi bacaan: satu juz dalam setiap pertemuan, dibaca bersama secara bergiliran dengan bimbingan.
- Yang masih terbata-bata tetap ikut, karena justru di situlah latihannya.
- Bila anak memiliki mushaf sendiri, membawanya akan lebih memudahkan.
Undangan untuk Orang Tua dan Jamaah
Kepada para orang tua, mari menghadirkan anak-anak kita ke majelis ini. Membangun kebiasaan tidak perlu dimulai dari kemampuan yang sempurna; cukup dari kehadiran yang diulang. Dua pagi dalam sepekan sangat kecil dibandingkan pengaruhnya bagi masa depan mereka — saat dewasa nanti, yang mereka bawa bukan hanya kemampuan membaca, tetapi kedekatan dengan Kitab yang menjadi penuntun hidupnya.
Dan bagi jamaah yang belum terbiasa bertilawah, pintu ini terbuka sama lebar. Tidak perlu menunggu lancar untuk ikut duduk bersama anak-anak; justru dengan hadir dan mengulang, bacaan itu perlahan menjadi milik kita.
Semoga Allah menjadikan anak-anak kita sebagai penghafal dan pengamal Al-Qur’an, menjadikan bacaan mereka cahaya bagi rumah-rumah kita, dan memudahkan langkah kecil kita menuju majelis Al-Qur’an.
Mari turut memakmurkan musholla — infaq, sedekah, dan wakaf Anda sangat berarti.
Salurkan Infaq