Riyadhus Sholihin: Sedekah untuk Setiap Persendian Tubuh
Kajian rutin kitab Riyadhus Sholihin di Musholla Al Karim membahas bab dorongan memperbanyak amal saleh. Pelajarannya: setiap persendian tubuh kita punya hak untuk disedekahi dan sedekah itu bisa berupa tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir.
Isi tulisan (3 bagian)
Musholla Al Karim kembali menggelar kajian rutin kitab Riyadhus Sholihin pada Senin malam, bakda Isya, bersama Ustadz Fahrizal, M.Pd. Kali ini materi masuk pada bab dorongan untuk memperbanyak peluang kebaikan — amal saleh — dan pembacaan hadis berlanjut sampai hadis yang kelima.
Setiap Sendi Punya Hak untuk Disedekahi
Inti pelajaran yang dibahas malam itu cukup menggetarkan bila kita renungkan dengan tenang: tubuh kita ini, setiap persendiannya, memiliki hak untuk disedekahi. Maksudnya, kita diminta berbuat baik kepada tubuh kita sendiri — dan bentuk sedekah itu ternyata tidak selalu berupa harta.
Caranya ternyata sangat sederhana dan bisa dilakukan siapa saja: bertasbih, bertahmid, bertahlil, dan bertakbir. Dan sebagai batas paling minimal untuk memenuhi hak tubuh itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut sholat dua rakaat duha.
Renungan yang muncul dari situ: betapa banyak sendi yang kita pakai sepanjang hari — untuk berjalan, menulis, mengangkat, dan bekerja — sementara kesempatan mensyukurinya hanya butuh beberapa kalimat yang kita ucapkan sendiri.
Ketika Sahabat yang Miskin Merasa Minder
Di antara hadis yang dibaca, ada satu kisah yang membuat jamaah tersenyum sekaligus lega. Seorang sahabat yang miskin merasa minder ketika melihat sahabat-sahabat yang kaya mendapat lebih banyak pahala melalui kelebihan hartanya — sebab sedekah dengan harta tampak lebih besar dan lebih nyata.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu membesarkan hati mereka: kesempatan bersedekah itu sama saja. Setiap tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil yang mereka ucapkan juga bernilai sedekah. Artinya, tidak ada seorang pun yang benar-benar kehilangan peluang beramal hanya karena hartanya sedikit.
Kajian juga menyinggung satu hal yang sering dianggap jauh dari urusan pahala: bahkan menyalurkan syahwat kepada yang halal pun bernilai sedekah. Sebab bila hal itu dilakukan pada yang haram ia menjadi dosa, maka sebaliknya — ketika ditempatkan pada jalur yang halal — ia berubah menjadi pahala.
Undangan Menghadiri Majelis
Kajian ini terbuka untuk seluruh jamaah, dan jamaah diundang memakmurkan majelis-majelis ilmu di Musholla Al Karim:
- Kajian Kitab Riyadhus Sholihin — setiap Senin malam, bakda Isya, bersama Ustadz Fahrizal, M.Pd.
- Kajian Kitab Nasoihul Ibad — setiap Jumat malam, bakda Isya.
- Tilawah satu juz — setiap Sabtu dan Ahad, bakda Subuh, bersama anak-anak. Jamaah umum juga dipersilakan.
- Dzikir pagi pukul 05.00 WIB dan dzikir petang pukul 15.00 WIB.
Tidak perlu menunggu bisa banyak untuk mulai beramal; yang dibutuhkan hanya kesediaan memulai. Semoga Allah memudahkan langkah kita menuju majelis ilmu, dan menjadikan lisan kita basah dengan kalimat yang bernilai sedekah bagi tubuh kita sendiri.
Mari turut memakmurkan musholla — infaq, sedekah, dan wakaf Anda sangat berarti.
Salurkan Infaq